oleh

Pesan Kemenag pada Mahasiswa Ma’had Aly: Kemas Pembelajaran Falak dengan Model Kekinian

JOGJA.SIBERINDO.CO – Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Arsad Hidayat memberi pesan khusus kepada mahasiswa Ma’had Aly terkait Ilmu Falak. Menurutnya, Ilmu Falak perlu dikemas secara khusus agar lebih menarik bagi generasi Z.

Pesan ini disampaikan Arsad saat menerima audiensi mahasiswa Ma’had Aly Takhassus Ilmu Falak Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS) Kudus. Para mahasiswa hadir dalam rangka Rihlah Falakiyah di Jakarta.

Arsad Hidayat menggarisbawahi perlunya mensosialisasikan ilmu falak dengan kemasan yang lebih menarik, sehingga mendorong generasi muda untuk mau mempelajarinya. “Mengingat semakin kecilnya minat mempelajari ilmu falak saat ini, perlu ada strategi khusus mengemas pembelajarannya dengan model kekinian yang lebih menarik, sehingga membuat orang mau untuk belajar terlebih generasi muda,” ujar Arsad, Selasa (15/9/2026).

Baca Juga  TPID DIY Raih Penghargaan Sebagai TPID Provinsi Terbaik 2020 Wilayah Jawa - Bali

Dalam kesempatan itu, Arsad juga menjelaskan bahwa Kemenag telah menerbitkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 1 Tahun 2026 yang mengatur mekanisme penetapan awal bulan Islam melalui Sidang Isbat. Sidang Isbat merupakan forum tertinggi pemerintah dalam menentukan penetapan awal bulan Islam baik Ramadan, Syawal maupun Zulhijah. Sebelum penetapan, Menteri mendengarkan masukan dan saran yang disampaikan seluruh perwakilan ormas Islam.

“Kementerian Agama telah mengeluarkan PMA Nomor 1 Tahun 2026 tentang penyelenggaraan Sidang Isbat yang merupakan forum tertinggi dalam penetapan masuknya awal bulan Islam, di mana dalam forum tersebut Pemerintah mendengarkan saran dan masukan yang disampaikan Ormasi Islam,” ujar Arsad

Baca Juga  Hargai Para Sesepuh, TNI AD Berangkatkan Umroh 102 Veteran Seroja

Pimpinan Mahad Aly TBS Kudus, Ahmad Faiz menyampaikan bahwa kunjungan para mahasiswanya merupakan sarana penting dalam rangka silaturahmi dan penguatan kerjasama serta memperluas wawasan mengenai ilmu falak dan penyelenggaraan praktek ilmu falak di Kementerian Agama.

Faiz menjelaskan bahwa Ma’had Aly TBS Kudus memiliki perhatian khusus terhadap pelestarian ilmu falak. Hal tersebut diwujudkan melalui pembukaan program studi khusus ilmu falak dan praktek pelaksanaan rukyatul hilal secara rutin ketika memasuki awal bulan Islam.

“Kedatangan kami ke sini untuk bersilaturahmi sekaligus memperdalam wawasan keilmuan dan praktek ilmu falak di Kementerian Agama. Mahad Aly TBS Kudus yang membuka takhasus ilmu falak menaruh perhatian lebih terkait ilmu falak,” ujar Faiz.

Baca Juga  Ini Kata Pakar UGM Soal Kelangkaan Oksigen dan Solusinya

Terkait penetapan awal bulan Islam sepenuhnya Mahad Aly mengikuti sepenuhnya keputusan yang diambil Pemerintah melalui hasil pelaksanaan sidang Isbat. “Selama ini ketika memasuki awal bulan Islam, Tim dari Mahad Aly juga menyelenggarakan kegiatan rukyat hilal. Namun demikian keputusan yang diambil tetap mengikuti keputusan yang dikeluarkan oleh pemerintah secara resmi,” kata Faiz.

Pertemuan diakhiri dengan dialog bersama para mahasiswa. Beberapa isu muncul dalam dialog antara lain terkait pelaksanaan rukyatul hilal, penerbitan data ephemeris, pemanfaatan teknologi, serta peluang pelibatan Ma’had Aly TBS Kudus dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama.(***)

 

News Feed